SYYHHH...
Jalan Terus~
Sunday, April 17, 2011
Friday, March 18, 2011
Untuk Kamu
Untuk kamu
panjat diatas tanganku
naik terus ke bahu
Hey kamu! Ya, kamu..
Terus memanjat lagi
Akukan sang tugu sepi
masih berdiri
terpaku disini
Satu satu hampiri
Tumpang bertapak
jauh berlari
Ah.. aku kan sang tugu sepi
Batu berpijak
untuk kamu mendaki tinggi
Saat ditinggal sendiri
Dgn kaki terliput
Mata terpejam
Dan mulut terkunci
-bicara tanpa air mata, ekspresi hati.. apa katanya?
panjat diatas tanganku
naik terus ke bahu
Hey kamu! Ya, kamu..
Terus memanjat lagi
Akukan sang tugu sepi
masih berdiri
terpaku disini
Satu satu hampiri
Tumpang bertapak
jauh berlari
Ah.. aku kan sang tugu sepi
Batu berpijak
untuk kamu mendaki tinggi
Saat ditinggal sendiri
Dgn kaki terliput
Mata terpejam
Dan mulut terkunci
-bicara tanpa air mata, ekspresi hati.. apa katanya?
Friday, January 21, 2011
Luas dunia.. TEROKALAH LAGI~
Kanak- kanak itu
Gemar menyarung selipar besar
di kaki
Sambil bertatih, meniti berlari
Mengimbang diri
Berkira- kira..
Besarnya pemilik kaki ini
Saat terjatuh
menghempas jauh selipar tdai
Dan bibir itu mengukir senyum
Katanya..
"Kaki kecil..
dunia ini luas
Terokalah lagi..
hingga saat selipar itu
bisa kau gunakan untuk bertapak
dengan selesa nanti.."
Kanak- kanak itu
Gemar menyarung baju besar
di badan
Sambil mengibar tangan
melihat panjangnya lengan
Berkira- kira,
besarnya pemilik baju ini
Saat bergulung
lemas dalam tangis
Dicampak jauh baju tadi
Dan bibir itu masih senyum
Katanya..
"Tubuh kecil..
Ruang itu luas
Terokalah lagi..
sampai saat baju itu muat
untuk kau sarungkan ke tubuh sendiri
Dan kau temu ruangmu nanti.."
Kanak- kanak itu
Gemar berpayung di terik mentari
Menari- nari saat hujan menimpa bumi
Berkira- kira,
besarnya teduhan ini
Saat angin kencang
dan payung menganjak ke tepi
Panas, hujan menyimbah diri
Marah!
Dan bibir itu terus tersenyum
Katanya,
"Kanak- kanak kecil..
dunia ini luas
Terolah lagi
hingga saat tubuhmu akan basah
walau dipayungi
Dan matahari akan menyinar
mengeringkan air- air tadi.."
Kanak- kanak itu
Gemar bertapak di gigi air
Menguis pasir
Berkira- kira,
luasnya lautan ini
Tanpa sedar ombak kecil menghampiri
Lalu jatuh, lemas kali ini
Bibir itu senyum- senyum kecil
Mengelap mata yang berair
Mmemeluk erat tubuh menggigil
Katanya..
"Kanak- kanak kecil
hidup ini luas dan bebas
Terokalah lagi
sampai saat nanti
Ombak besar pun mampu kamu hadapi
Ingat pesan Ayah
Jangan pernah mengalah
Atau tenggelam dalam rasa sendiri
Ingat pesan Ayah
Walau saat Ayah tiada di sisi.."
Ayah, walau janggal disebut.. Tapi tetap di hati..
Peace~
Gemar menyarung selipar besar
di kaki
Sambil bertatih, meniti berlari
Mengimbang diri
Berkira- kira..
Besarnya pemilik kaki ini
Saat terjatuh
menghempas jauh selipar tdai
Dan bibir itu mengukir senyum
Katanya..
"Kaki kecil..
dunia ini luas
Terokalah lagi..
hingga saat selipar itu
bisa kau gunakan untuk bertapak
dengan selesa nanti.."
Kanak- kanak itu
Gemar menyarung baju besar
di badan
Sambil mengibar tangan
melihat panjangnya lengan
Berkira- kira,
besarnya pemilik baju ini
Saat bergulung
lemas dalam tangis
Dicampak jauh baju tadi
Dan bibir itu masih senyum
Katanya..
"Tubuh kecil..
Ruang itu luas
Terokalah lagi..
sampai saat baju itu muat
untuk kau sarungkan ke tubuh sendiri
Dan kau temu ruangmu nanti.."
Kanak- kanak itu
Gemar berpayung di terik mentari
Menari- nari saat hujan menimpa bumi
Berkira- kira,
besarnya teduhan ini
Saat angin kencang
dan payung menganjak ke tepi
Panas, hujan menyimbah diri
Marah!
Dan bibir itu terus tersenyum
Katanya,
"Kanak- kanak kecil..
dunia ini luas
Terolah lagi
hingga saat tubuhmu akan basah
walau dipayungi
Dan matahari akan menyinar
mengeringkan air- air tadi.."
Kanak- kanak itu
Gemar bertapak di gigi air
Menguis pasir
Berkira- kira,
luasnya lautan ini
Tanpa sedar ombak kecil menghampiri
Lalu jatuh, lemas kali ini
Bibir itu senyum- senyum kecil
Mengelap mata yang berair
Mmemeluk erat tubuh menggigil
Katanya..
"Kanak- kanak kecil
hidup ini luas dan bebas
Terokalah lagi
sampai saat nanti
Ombak besar pun mampu kamu hadapi
Ingat pesan Ayah
Jangan pernah mengalah
Atau tenggelam dalam rasa sendiri
Ingat pesan Ayah
Walau saat Ayah tiada di sisi.."
Ayah, walau janggal disebut.. Tapi tetap di hati..
Peace~
Friday, January 14, 2011
Senyumlah hati~
Dia anugerahkan sekeping hati
Pada satu diri
persoalkan..
Kenapa sekeping hati ini
bisa dipecah mjd serpih
oleh hati2?
Senyum..
Kenapa sekeping hati ini
dianugerahkan
hanya utk disakiti?
Senyum lagi..
Kenapa sekeping hati ini
perlu blagu sepi
saat ditinggal pergi sendiri?
Senyum2 lagi..
aaaaahh..
Tidakkah serpihan itu
akan bercantum menjadi kelopak
bunga2 yang mewangi
saat ia disentuh hati2?
Senyumlah..
Tidakkah hati yang dikasari
itu masih dibelai rapi
walau mungkin hanya seinci?
Senyumlah lagi..
Dan tidakkah hati yg sepi
Terisi dan terus terisi
saat hati dtg mendekati?
Senyum2lah lagi..
Jangan sampai hilang hati~
senyumlah..
Pada satu diri
persoalkan..
Kenapa sekeping hati ini
bisa dipecah mjd serpih
oleh hati2?
Senyum..
Kenapa sekeping hati ini
dianugerahkan
hanya utk disakiti?
Senyum lagi..
Kenapa sekeping hati ini
perlu blagu sepi
saat ditinggal pergi sendiri?
Senyum2 lagi..
aaaaahh..
Tidakkah serpihan itu
akan bercantum menjadi kelopak
bunga2 yang mewangi
saat ia disentuh hati2?
Senyumlah..
Tidakkah hati yang dikasari
itu masih dibelai rapi
walau mungkin hanya seinci?
Senyumlah lagi..
Dan tidakkah hati yg sepi
Terisi dan terus terisi
saat hati dtg mendekati?
Senyum2lah lagi..
Jangan sampai hilang hati~
senyumlah..
Friday, December 17, 2010
PANJIMU?
..aku terkenang tentang soalan2 yg pernah dilontarkan satu masa..
Apa panjimu?
..panjiku? apa panjiku?
Apa panjimu?
..apa berbeza panjiku dan panjimu?
Apa panjimu?
..aku bernaung sekelompok di bawah panjiNya
Apa panjimu?
..Quran kitabku, Muhammad nabiku dan Ka'abah qiblatku
Apa panjimu?
..YANG KUASA di atas itu Tuhanku
Apa panjimu?
..Apa panjimu?
Aku soalkan, apa panjimu?
..warnanya merah
Jadi berbeza benar panjimu dan panjiku,
naunganku panji hijau itu!
..warna menjadi beza?
Iya, ini panjiku dan itu panji kamu, kita berbeza!
..sudut apa?
Muhajirin dan Ansar itu sendiri berbeza.
..lagi?
Syiah dan Sunni pun saling berbunuh.
..lagi?
Politik, ia politik. Dan fahaman itu pun membuatkan panji kita berbeza!
..ahh, *aku menggeleng*
Apa panjimu?
..ini panjiku
Apa panjimu?
..dan kau tidak sedar bahawa panjiku dan panjimu itu satu!
Bukti katamu?
.. Muhammad sarungkan merah saat dia ingin berjuang,
dan disarungkan hijau saat beribadah..
Bukti katamu?
..perbezaan Muhajirin dan Ansar menjadi satu saat lagu dilagukan,
'Tala'al Badru Alaina
min thaniyyatil-Wada'
wajaba al-shukru 'alayna,
ma da'a lillahi da'..
Bukti katamu?
..Syiah dan Sunni itu saling memerlu,
jika syiah melaksanakan hukum, Sunni pula gedung ilmu!
Bukti katamu?
..politik hanya memisahkan dua pemikiran, tp hati mereka satu.
Ingin mengecap kemakmuran, bukan?
lantas aku berlalu, membiarkan dia bersoal sendiri..
Apa panjimu?
Saat ini terlayang jauh,
jika saat ini Baginda Agung masih bernafas..
pasti air matanya menitis saat mendengar hujahan begitu..
Lantas hati terdetik,
Semoga aku masih di bawah PANJIMU..
*tahun baru, apa perlu panji baru?
Apa panjimu?
..panjiku? apa panjiku?
Apa panjimu?
..apa berbeza panjiku dan panjimu?
Apa panjimu?
..aku bernaung sekelompok di bawah panjiNya
Apa panjimu?
..Quran kitabku, Muhammad nabiku dan Ka'abah qiblatku
Apa panjimu?
..YANG KUASA di atas itu Tuhanku
Apa panjimu?
..Apa panjimu?
Aku soalkan, apa panjimu?
..warnanya merah
Jadi berbeza benar panjimu dan panjiku,
naunganku panji hijau itu!
..warna menjadi beza?
Iya, ini panjiku dan itu panji kamu, kita berbeza!
..sudut apa?
Muhajirin dan Ansar itu sendiri berbeza.
..lagi?
Syiah dan Sunni pun saling berbunuh.
..lagi?
Politik, ia politik. Dan fahaman itu pun membuatkan panji kita berbeza!
..ahh, *aku menggeleng*
Apa panjimu?
..ini panjiku
Apa panjimu?
..dan kau tidak sedar bahawa panjiku dan panjimu itu satu!
Bukti katamu?
.. Muhammad sarungkan merah saat dia ingin berjuang,
dan disarungkan hijau saat beribadah..
Bukti katamu?
..perbezaan Muhajirin dan Ansar menjadi satu saat lagu dilagukan,
'Tala'al Badru Alaina
min thaniyyatil-Wada'
wajaba al-shukru 'alayna,
ma da'a lillahi da'..
Bukti katamu?
..Syiah dan Sunni itu saling memerlu,
jika syiah melaksanakan hukum, Sunni pula gedung ilmu!
Bukti katamu?
..politik hanya memisahkan dua pemikiran, tp hati mereka satu.
Ingin mengecap kemakmuran, bukan?
lantas aku berlalu, membiarkan dia bersoal sendiri..
Apa panjimu?
Saat ini terlayang jauh,
jika saat ini Baginda Agung masih bernafas..
pasti air matanya menitis saat mendengar hujahan begitu..
Lantas hati terdetik,
Semoga aku masih di bawah PANJIMU..
*tahun baru, apa perlu panji baru?
Sunday, December 12, 2010
Aku Angin Kamu
Aku kan angin kamu
yang bisa menolak sedih pedih duka
Aku kan angin kamu
yang bisa meniup semangat pudar
Aku kan angin kamu
yang bisa menghembus seri sepi
Aku kan angin kamu
yang sentiasa berlegar
Menyapa lembut
Aku kan angin kamu
..ya angin kamu
angin aku
dan kamu kan angin aku?
huuuu~
..moga tiupnya dapat dirasa, walau barang sesaat mungkin..
yang bisa menolak sedih pedih duka
Aku kan angin kamu
yang bisa meniup semangat pudar
Aku kan angin kamu
yang bisa menghembus seri sepi
Aku kan angin kamu
yang sentiasa berlegar
Menyapa lembut
Aku kan angin kamu
..ya angin kamu
angin aku
dan kamu kan angin aku?
huuuu~
..moga tiupnya dapat dirasa, walau barang sesaat mungkin..
Angin lalu lalang~
Saat hati disepak angin
..gemersik lagu takkan pernah berjaya memanggil ia pulang
Saat hati disepak angin
..lampu2 sang kunang2 takkan pernah berjaya membawa ia terbang
Saat hati disepak angin
..pantakkan, HOI!! HOI!! kembalikan semula hati pincang
Saat angin menyepak hati
..guling2 kecil takkan mampu melawan tiupan
Saat angin menyepak hati
..kanvas tertebal takkan mampu menghalang taufan
Saat angin menyepak hati
..keluhkan, jangan pernah biar ia terpincang~
biar angin lalu lalang
angkat hati
jangan biar ia terpijak
remuk, redam
biar angin lalu lalang..
..gemersik lagu takkan pernah berjaya memanggil ia pulang
Saat hati disepak angin
..lampu2 sang kunang2 takkan pernah berjaya membawa ia terbang
Saat hati disepak angin
..pantakkan, HOI!! HOI!! kembalikan semula hati pincang
Saat angin menyepak hati
..guling2 kecil takkan mampu melawan tiupan
Saat angin menyepak hati
..kanvas tertebal takkan mampu menghalang taufan
Saat angin menyepak hati
..keluhkan, jangan pernah biar ia terpincang~
biar angin lalu lalang
angkat hati
jangan biar ia terpijak
remuk, redam
biar angin lalu lalang..
Subscribe to:
Posts (Atom)